Langit kian merona di ufuk timur Cahanya membaur seiring datangnya pagi Embun mulai menetes diujung dahan Memancarkan sinar pelangi indah Surau kembali sunyi.......
Gema panggilan tuhan hilang berganti Kini suara kicauan burung yang terngiang Ku beranjak dari peraduan Menyibak selimut sisa semalam Kubuka mata peralahan Kubenamkan mimpi yang tertunda
Ah...ku sambut hari ini dengan senyuman Kan ku isi dengan canda dan tawa simbol kebahagiaan Ku pandangi si KUNING......... Roda duaku yang selalu menemaniku
Hari ini ....ku suarakan lagu kerinduan Mengingat wajah terpatri dalam ingatan Wajah....senyuman...tak luput dari ingatan Ku nanti saat pertemuan dengannya
Tuhan hanya doa suci yang terucap Tulus dari dalam lubuk hati Satukan kami...padukan dalam satu kehidupan Kugantungkan wajahnya bak hiasan diri Terbingkai dari benih kesetiaan
Kan kubacakan seribu puisi cinta Kan ku ukirkan dengan tinta asmara Dahan daun biarkan berguguran Namun tetap pada tangkainya.
Puisi cinta dari : aan_batavia dikirim pada tanggal 13 Aug 2008
Situs Mitra
Untuk hasil terbaik gunakan IE 4.00 atau lebih dengan resolusi 800 X 600
Hubungi kami di: layanan_anggota @ WismaCinta.com Situs ini telah di publikasikan sejak 19 Pebruari 2002 Konsep & Seluruh Materi Digital pada situs ini adalah properti eksklusif dari WismaCinta.Com. Hak Cipta dilindungi oleh Undang-Undang Perawatan & Pemeliharaan Server WismaCinta.Com ditangani oleh 7flow.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar